Secara jarak PP (round trip) rute lurus (warna hijau) menghasilkan jarak 42 km,
sedangkan rute warna Ungu panjangnya 53 km. Beda 11 km.
Di sini kita bicara tentang – Routing Awareness (biar kerenan dikitlah istilahnya).
Prinsip utama:
Rute terbaik bukan yang paling dekat, tapi yang paling konsisten waktunya.
1. Kondisi jalan saat pulang berbeda dengan saat berangkat
Pagi jalan A lancar → sore bisa macetBanyak titik:
- lampu merah
- pasar sore
- parkir liar
- arus berlawanan
➡️ Jalan yang sama belum tentu efisien saat pulang.
2. Rute pulang dipilih yang minim hambatan
Rute memutar ke utara dipilih karena:- Lebih sedikit berhenti
- Lebih jarang putar balik
- Arus lebih mengalir
- Lebih aman & tidak bikin capek
👉 Walaupun lebih jauh di peta, di lapangan lebih cepat.
3. Fokus ke waktu tempuh, bukan jarak.
Dalam PJP: 1 km macet ≠ 3 km lancar
Target kita:
- pulang tepat waktu
- badan tidak drop
- ritme kerja terjaga
4. Berdasarkan pengalaman lapangan (bukan teori omon2)
Rute ini dibuat dari:- pengalaman salesman
- jam macet harian
- evaluasi keterlambatan
- trial-error rute sebelumnya
Jadi bukan asal muter, tapi hasil pembelajaran.
5. Disiplin rute = disiplin performa
Kalau tiap hari:- ganti-ganti rute
- cari jalan “katanya lebih dekat”
➡️ biasanya malah:
- telat
- capek
- jadwal berantakan
Kalimat sederhana untuk diingat salesman:
“Lebih baik muter sedikit tapi lancar, daripada dekat tapi berhenti terus.”
atau: “PJP itu mengatur waktu dan tenaga, bukan cuma jarak.”
#salesroute #pjp #fmcg
