Pendekatan yang jauh lebih akurat dan berorientasi profit adalah menggunakan Workload Analysis (Analisis Beban Kerja). Metode ini menghitung kebutuhan salesforce berdasarkan frekuensi kunjungan (Frequency of Call / FOC) yang wajib diberikan kepada masing-masing klasifikasi outlet—mulai dari outlet Kelas A yang membutuhkan intensitas tinggi, hingga outlet Kelas C yang dikunjungi secara berkala. Dengan memetakan total beban kerja aktual di lapangan terhadap kapasitas riil (coverability) seorang salesman (baik hari kerja reguler maupun hari Sabtu), perusahaan dapat menghindari risiko distrik yang keteteran akibat under-capacity ataupun pemborosan biaya operasional akibat kelebihan tenaga sales (over-capacity).
Kalkulator di bawah ini dirancang menggunakan formula Workload Approach standar industri untuk membantu Anda mendapatkan angka kebutuhan salesforce yang presisi, objektif, dan siap dieksekusi dalam perancangan Permanent Journey Plan (PJP) serta optimalisasi Route-to-Market (RTM) bisnis Anda.
Kalkulator Kebutuhan Salesforce (FMCG)
1. Workload Outlet (Per Bulan)
| Class | Outlet | FOC (Freq/Bulan) | Total Calls - Month |
|---|---|---|---|
| A | 800 | ||
| B | 8000 | ||
| C | 1000 | ||
| Total Calls (A): | 9.800 | ||
2. Salesman Coverability (Kapasitas per Bulan)
| Hari Kerja | Call / Hari | Total Call / Minggu | Total Call / Bulan (×4) |
|---|---|---|---|
| Senin – Jumat (M to F) | 125 | 500 | |
| Sabtu (Sat) | 10 | 40 | |
| Total Kapasitas 1 Sales (B): | 540 | ||
Kebutuhan Salesforce (C = A ÷ B)
19 Orang
9.800 ÷ 540 = 18.14 (Dibulatkan ke atas menjadi 19)