
Menanyakan dengan skrinsut NOF : Masih bingung dengan angka 188 toko apakah berasal dari 141 POI + 47 bangunan... tapi kenapa tidak sama persis?
Iya.Benar : 188 = 141 titik POI + 47 bangunan komersial.
Hitungannya begini:
- Angka 188 sudah termasuk kuliner. Restoran, kafe, dan sejenisnya ikut terhitung di sana. Kalau produk kamu hanya relevan untuk toko kelontong, minimarket, dan kios, angka toko non-kuliner akan lebih kecil.
- Dua titik POI untuk satu toko tidak digabung. Kalau di OSM sebuah toko tercatat dua kali sebagai titik terpisah, keduanya terhitung. Ini jarang, tapi bisa membuat angka sedikit lebih tinggi di beberapa tempat.
Terima kasih,
Di tabel kategori “Toko / komersial” pada hasil 5 menit menggunakan moda motor ada 52 bangunan dan 141 titik POI. Lihat lampiran contoh. Jika dijumlah langsung, hasilnya ketemu193. Nah ada tapinya di sini. Di kotak “toko” angkanya 188, ini terjadi karena tool membuang hitungan ganda.
Di OSM, satu toko sering tercatat dua kali:
- sebagai bangunan komersial (poligon) dan
- sebagai titik POI yang berada di dalam bangunan itu.
Kalau keduanya dihitung, toko yang sama terhitung dua kali.
Aturannya:
- Semua titik POI dihitung: 141.
- Bangunan komersial hanya dihitung kalau tidak ada titik toko di dalamnya. Dari 52 bangunan, 5 sudah punya titik di dalamnya, jadi tidak dihitung lagi. Sisa 47 bangunan yang berdiri sendiri.
- Total: 141 + 47 = 188.
Pola yang sama muncul di dua hasil lain:
- Radius 600 m: 11 bangunan dan 39 titik. Satu bangunan sudah punya titik, jadi 39 + 10 = 49 toko.
- 10 menit motor: 400 bangunan dan 815 titik. Sebanyak 129 bangunan sudah punya titik di dalamnya, jadi 815 + 271 = 1.086 toko.
Rincian ini juga tertulis di panel, tepat di bawah angka besar: “(141 titik toko/kuliner + 47 bangunan komersial tanpa titik)”. Perhatikan kata “kuliner”: titik POI di angka ini termasuk restoran dan kafe. Kotak centang “Sertakan restoran, kafe, dan kuliner” hanya mempengaruhi daftar calon outlet di NOF, bukan angka toko di kotak oranye ini.
Jadi apakah 188 ini valid?
Di OSM, satu toko sering tercatat dua kali:
- sebagai bangunan komersial (poligon) dan
- sebagai titik POI yang berada di dalam bangunan itu.
Kalau keduanya dihitung, toko yang sama terhitung dua kali.
Aturannya:
- Semua titik POI dihitung: 141.
- Bangunan komersial hanya dihitung kalau tidak ada titik toko di dalamnya. Dari 52 bangunan, 5 sudah punya titik di dalamnya, jadi tidak dihitung lagi. Sisa 47 bangunan yang berdiri sendiri.
- Total: 141 + 47 = 188.
Pola yang sama muncul di dua hasil lain:
- Radius 600 m: 11 bangunan dan 39 titik. Satu bangunan sudah punya titik, jadi 39 + 10 = 49 toko.
- 10 menit motor: 400 bangunan dan 815 titik. Sebanyak 129 bangunan sudah punya titik di dalamnya, jadi 815 + 271 = 1.086 toko.
Rincian ini juga tertulis di panel, tepat di bawah angka besar: “(141 titik toko/kuliner + 47 bangunan komersial tanpa titik)”. Perhatikan kata “kuliner”: titik POI di angka ini termasuk restoran dan kafe. Kotak centang “Sertakan restoran, kafe, dan kuliner” hanya mempengaruhi daftar calon outlet di NOF, bukan angka toko di kotak oranye ini.
Jadi apakah 188 ini valid?
Yes! Valid secara hitungan.
Tool menghitung 141 titik POI dan 47 bangunan komersial tanpa titik di dalamnya, tanpa menghitung toko yang sama dua kali. Hasilnya konsisten dengan angka di tabel kategori.
Yang diukur adalah “toko yang terpetakan di OSM pada area 5 menit motor”, bukan jumlah toko sebenarnya. Di Jogja, kenyataannya hampir pasti lebih banyak, karena warung dan kios kecil sering belum tercatat. Jadi baca 188 sebagai batas bawah yang sudah bersih dari hitungan ganda, dan paling berguna untuk membandingkan area satu dengan lainnya.
Dua hal lain yang perlu diingat:
Yang diukur adalah “toko yang terpetakan di OSM pada area 5 menit motor”, bukan jumlah toko sebenarnya. Di Jogja, kenyataannya hampir pasti lebih banyak, karena warung dan kios kecil sering belum tercatat. Jadi baca 188 sebagai batas bawah yang sudah bersih dari hitungan ganda, dan paling berguna untuk membandingkan area satu dengan lainnya.
Dua hal lain yang perlu diingat:
- Angka 188 sudah termasuk kuliner. Restoran, kafe, dan sejenisnya ikut terhitung di sana. Kalau produk kamu hanya relevan untuk toko kelontong, minimarket, dan kios, angka toko non-kuliner akan lebih kecil.
- Dua titik POI untuk satu toko tidak digabung. Kalau di OSM sebuah toko tercatat dua kali sebagai titik terpisah, keduanya terhitung. Ini jarang, tapi bisa membuat angka sedikit lebih tinggi di beberapa tempat.
Terima kasih,
wassalam.