NOO


"NOO yang efektif bukan soal mencari lebih jauh, tetapi menemukan area kosong yang selama ini tidak terlihat"

Salah satu keluhan klasik salesman ketika diberi tanggung jawab mencari NOO (New Outlet Opening) sebenarnya bukan karena mereka menganggapnya sebagai pekerjaan berat. Keluhannya lebih sederhana, namun krusial: tidak ada guidance nyata dari SPV atau Sales Manager.

- “Mulainya dari mana?”
- “Toko seperti apa yang dicari?”
- “Di area mana harus fokus?”

Pertanyaan-pertanyaan ini seringkali tidak pernah benar-benar terjawab.
Akhirnya, NOO dilakukan berdasarkan tebakan dan insting: keliling lebih jauh, masuk gang demi gang, berharap menemukan toko baru. Masalahnya, berharap bukanlah sebuah strategi.

Di sinilah peran Sales Manager menjadi sangat menentukan.

NOO yang efektif tidak boleh dilepas begitu saja ke lapangan tanpa arah. Ia harus berangkat dari pemahaman area.

Seorang Sales Manager idealnya tahu:
- Outlet mana yang sudah ada
- Di mana outlet menumpuk
- Dan yang paling penting: di mana area kosong yang belum terlayani

Dengan memetakan outlet existing dan radius jangkauannya, kita bisa melihat blank spot - area yang secara geografis belum tersentuh. Dari sanalah NOO seharusnya dimulai.

Pendekatan ini mengubah banyak hal:

- NOO bukan lagi tugas abstrak, tapi instruksi yang konkret
- Salesman tidak lagi “disuruh mencari”, tapi ditunjukkan ke mana harus mencari
- KPI NOO menjadi lebih realistis dan adil
- Evaluasi kinerja bergeser dari alasan ke data

Pada akhirnya, NOO bukan soal bekerja lebih keras, tetapi bekerja lebih terarah.
Karena Sales Manager yang baik bukan yang paling sering menuntut hasil, melainkan yang mampu memberikan arah yang jelas di lapangan.

Prinsip penting:

Salesman mencari outlet baru. Dan Manager menentukan ke mana dan bagaimana mencarinya.

Postingan ini terinspirasi dari keluhan nyata beberapa Salesman yang dulu suka 'curhat' karena merasa harus jalan sendiri tanpa kepastian. Padahal ada solusi yang riil ....

#noo #omonomon #qgismap


Home