Backtracking dalam Urutan Kunjungan (Route Sequence)



Selain isu perbedaan jarak rute yang dihasilkan oleh Metode Euclidean / Straight-Line Routing/ “Crow-Flies Path” VS 'On Road Route', dalam praktek pembuatan Route Sequence juga terjadi yang namanya 'Backtracking'.

Backtracking adalah kondisi ketika rute mengharuskan salesman atau kendaraan:
- berputar kembali melewati jalur yang sama
- tetapi dalam arah berlawanan
- untuk mencapai titik berikutnya

Dalam konteks routing, logistics, dan TSP (Traveling Salesman Problem), backtracking dianggap sebagai inefisiensi struktural rute.

Lihat Interpretasi Gambar berikut.
Lingkaran merah dengan panah berlawanan arah menunjukkan zona backtracking yang jelas.

๐Ÿ”ด Area Titik 11–14 dari arah titik 10
- Kendaraan masuk ke klaster
- Mengunjungi beberapa outlet
- Lalu harus turun kembali ke jalur yang sama
- Baru melanjutkan rute utama
➡️ Ini bukan sekadar “putar balik”, tapi kesalahan sequencing.

๐Ÿ”ด Area Titik 26–30 dari arah titik ke 28
- Pola sama terjadi lagi: Masuk → kunjungi → keluar lewat jalur yang sama
- Terjadi dead-end routing tanpa loop keluar yang efisien

Istilah umum Pendukung (yg sering digunakan dalam evaluasi PJP)

1. Overlap (Rute Tumpang Tindih)
- Jalur yang sama dipakai lebih dari sekali
- Biasanya muncul bersamaan dengan backtracking
- Indikator rute belum “dibersihkan”

2. Path Crossing (Persilangan Jalur)
- Jalur saling menyilang (mirip huruf X)
- Dalam teori TSP: Jika dua garis rute bersilangan, hampir pasti ada rute yang lebih pendek

Mengapa Ini Masalah Serius dalam PJP Salesman?
Dalam konteks FMCG, PJP, dan daily coverage:

๐Ÿš— Jarak
- Jarak tempuh lebih panjang dari minimum teoritis

⏱️ Waktu
- Waktu habis untuk “jalan kosong”
- Bukan untuk selling atau service outlet

๐Ÿ’ธ Biaya
- BBM
- Keausan kendaraan
- Opportunity loss (kunjungan yang seharusnya bisa ditambah)

Akar Masalah (Biasanya bukan karena Salesman - tentu saja)

Dari pengalaman lapangan dan diskusi sebelum2nya, ini biasanya akibat:

Sequencing otomatis tanpa constraint arah
- Clustering spasial yang tidak diikuti directional logic
- Rute dibuat “sekadar terhubung”, bukan mengalir

Prinsip Solusi (Best Practice Routing)

Untuk menghindari backtracking:

1. Directional Flow
- Tentukan arah utama (utara → selatan, barat → timur, dll.)
- Semua outlet diurutkan mengikuti arah tersebut

✅ 2. Loop / Sweep Pattern
Pola (topik ini selalu menarik tetapi sayang biasanya hanya dibahas kulitnya saja):
- Circular
- S-shape
- Z-shape
Hindari masuk–keluar lewat satu pintu

3. Nearest-Neighbor with Direction Constraint
Dekat saja tidak cukup
Harus dekat DAN searah

“Backtracking terjadi ketika urutan kunjungan outlet tidak mengikuti alur spasial yang searah, sehingga salesman harus kembali melewati jalur yang sama dalam arah berlawanan. Ini meningkatkan jarak, waktu, dan biaya, tanpa menambah produktivitas" - IMHO

Semoga bermanfaat.
Source : file Route Comparison/ HRM

#backtracking #fmcg #pjp




Home